Mahasiswa S1 Gizi Universitas Muhadi Setiabudi Mengikuti Table Manner Course

Latest Comments

Belajar Langsung Etika Perjamuan Internasional di Hotel Bahari Inn Tegal

Mahasiswa Program Studi Gizi Semester 4 Universitas Muhadi setiabudi didampingi oleh Dekan Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan Dr. Yan El Rizal Unzilatirrizqi D., S.Si., M.Sc. Ketua Program Studi Gizi Ibu Anggray Duvita Wahyani, M.Gz. serta Dosen Pengampu Mata kuliah Gizi Kuliner Internasional Ibu Diah Ratnasari, S.Pd., M.Gz. mengikuti kegiatan Table Manner Course yang dipandu langsung oleh Bapak Dedi Setiawan selaku Food & Beverage Supervisor Hotel Bahari Inn Tegal sekaligus instruktur dalam kegiatan Table Manner Course. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Gizi Kuliner Internasional dan menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengenal, memahami, serta mempraktikkan secara langsung tata cara makan berstandar internasional di lingkungan hotel berbintang.

Mahasiswa Program Studi Gizi bersama Bapak Dedi Setiawan (Food & Beverage Supervisor Hotel Bahari Inn Tegal) dan dosen Pendamping usai kegiatan Table Manner Course.

Dunia kerja di bidang kesehatan dan gizi kian menuntut profesionalisme yang melampaui kompetensi teknis semata. Seorang ahli gizi tidak hanya perlu menguasai ilmu nutrisi, tetapi juga mampu tampil percaya diri dalam berbagai situasi formal — termasuk ketika berhadapan dengan pasien kelas atas, eksekutif perusahaan, maupun mitra kerja internasional. Table manner, atau tata cara makan dalam perjamuan resmi, menjadi salah satu keterampilan yang kerap diremehkan, padahal sesungguhnya mencerminkan kepribadian dan profesionalisme seseorang.

Atas dasar itulah, Program Studi Gizi menyelenggarakan kegiatan Table Manner Course sebagai bagian dari pembelajaran langsung (experiential learning) pada mata kuliah Gizi Kuliner Internasional. Mahasiswa tidak sekadar membaca teori di ruang kuliah, melainkan langsung merasakan suasana perjamuan resmi di ruang makan Hotel Bahari Inn Tegal yang telah disiapkan layaknya jamuan formal sesungguhnya.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Dedi Setiawan, Food & Beverage Supervisor Hotel Bahari Inn Tegal, yang bertindak sebagai Instruktur sekaligus narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun hangat, Bapak Dedi membuka sesi dengan menjelaskan sejarah dan filosofi table manner — mulai dari asal-usulnya di Istana Kerajaan Perancis pada masa Raja Louis XIV hingga modernisasinya menjadi standar internasional yang berlaku hingga hari ini. Materi disampaikan melalui slide presentasi yang ditampilkan di layar proyektor ruang perjamuan, diselingi dengan demonstrasi langsung di meja makan.

Sebelum hidangan pertama tiba, peserta terlebih dahulu diperkenalkan pada setiap peralatan yang telah tertata di meja. Dari cutlery yang berjajar rapi di sisi kiri dan kanan piring, hingga dua gelas berkaki yang berdiri tegak di sisi kanan atas — semua memiliki nama, fungsi, dan cara penggunaan tersendiri. Serbet putih yang dilipat menjadi bentuk mahkota dan berdiri di tengah piring bukan sekadar dekorasi; ia adalah bagian dari protokol perjamuan formal yang perlu diketahui oleh setiap peserta sebelum acara makan dimulai.


Bread Course — Roti gulung wijen dengan mentega

Appetizer — Mix Fruit Salad dengan yogurt dressing

Seluruh hidangan dalam kegiatan ini disajikan langsung oleh pramusaji Hotel Bahari Inn Tegal dengan pelayanan yang cermat dan profesional — mencerminkan standar American Service di mana makanan yang telah siap di piring langsung dihidangkan dari sebelah kanan tamu. Tidak ada makanan yang harus diambil sendiri; setiap hidangan datang pada waktunya, satu per satu, mengikuti urutan menu internasional yang telah ditetapkan.

Hidangan pertama yang tiba di meja adalah roti gulung hangat bertabur biji wijen, disertai mentega dalam kemasan individual. Di sinilah pelajaran pertama dimulai: roti tidak dimakan dengan garpu dan pisau, melainkan hanya dengan tangan. Caranya pun ada aturannya — diambil dengan tangan kiri, dirobek sepotong kecil menggunakan tangan kanan, diolesi mentega dengan butter spreader, lalu baru dimakan. Kebiasaan menggigit roti langsung dari bongkahannya harus ditinggalkan sejak saat itu.

Berikutnya, pramusaji menyajikan appetizer berupa Mix Fruit Salad — irisan aneka buah segar yang diletakkan di atas hamparan daun selada hijau, disiram dressing yogurt berwarna putih, dan dihias potongan lemon sebagai garnish. Segar, ringan, dan berfungsi membangkitkan selera sebelum hidangan yang lebih berat tiba. Peserta menggunakan salad fork, yaitu garpu paling luar di sisi kiri, sesuai dengan kaidah penggunaan cutlery dari luar ke dalam.


Soup — Cream Soup dengan crouton dan parsley

Main Course — Chicken BBQ Steak dengan sayuran


Cream Soup hadir sebagai hidangan ketiga: sup krim putih kental yang disajikan dalam mangkuk berkuping dua di atas saucer, dengan hiasan crouton renyah dan taburan parsley kering di permukaannya. Di sini ada satu aturan yang cukup mengejutkan banyak peserta — menyendok sup harus dilakukan dari arah dalam ke luar (dari dekat tubuh ke arah tepi meja), bukan sebaliknya. Sup juga tidak boleh ditiup untuk mendinginkannya, dan tentu saja tidak boleh disedot langsung dari sendok.

Puncak dari rangkaian hidangan adalah Chicken BBQ Steak, main course yang tiba di hadapan peserta dalam kondisi sudah tersaji lengkap di atas dinner plate — potongan ayam bersaus BBQ coklat pekat, ditemani buncis hijau segar, wortel crinkle-cut, kembang kol rebus, irisan tomat dan mentimun, serta jagung panggang berwarna kuning keemasan. Dalam memakan hidangan ini, Bapak Dedi memandu peserta untuk mempraktikkan metode Eropa: pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, keduanya tidak berpindah tangan hingga selesai makan. Makanan dipotong satu per satu, bukan sekaligus di awal.


Dessert — Pudding dua lapis dengan pink sauce

Beverage — Kopi hitam/the penutup perjamuan

Setelah main course, suasana di meja sedikit mencair. Pramusaji kemudian menyajikan dessert berupa pudding dua lapis — lapisan bawah berwarna biru toska yang cantik dan lapisan atas putih susu yang lembut, dihias saus merah muda berbentuk dekoratif dan selembar daun mint segar. Manis dan menyegarkan, persis seperti yang diharapkan dari sebuah makanan penutup.

Rangkaian hidangan ditutup dengan pilihan kopi hitam atau teh, disajikan dalam cangkir putih bersama tatakan dan sendok kecil. Di tahap inilah Bapak Dedi mengingatkan satu hal yang kerap diabaikan: sendok harus diletakkan kembali di tatakan setelah digunakan untuk mengaduk, bukan dibiarkan berdiri tegak di dalam cangkir. Dan sebelum minum, bibir perlu diseka terlebih dahulu dengan serbet agar tidak meninggalkan bekas di bibir gelas.

Setelah seluruh rangkaian hidangan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi serah terima sertifikat Table Manner Course dari pihak Hotel Bahari Inn Tegal kepada perwakilan mahasiswa Program Studi Gizi Semester 4. Sertifikat diterima oleh Saudari Difya Sapna kirani atas nama seluruh peserta, sebagai bentuk pengakuan resmi atas keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini.

Serah terima sertifikat Table Manner Course oleh Bapak Dedi Setiawan kepada Saudari Difya Sapna Kirani sebagai perwakilan mahasiswa Program Studi Gizi Semester 4.

Tidak berhenti di sana, peserta kemudian diajak untuk melakukan room tour mengunjungi berbagai fasilitas Hotel Bahari Inn Tegal — dari kamar tamu, ruang pertemuan, hingga dapur restoran. Sebuah penutup yang tepat, karena mahasiswa gizi tidak hanya perlu mengenal etika meja makan, tetapi juga ekosistem industri perhotelan di mana profesi gizi sangat berperan.

Kegiatan Table Manner Course ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Bukan sekadar soal bagaimana memegang garpu atau cara menyendok sup dengan benar, tetapi tentang kesadaran bahwa cara seseorang berperilaku di meja makan mencerminkan kepribadian, kepercayaan diri, dan kesiapannya untuk tampil profesional di hadapan siapa pun. Program Studi Gizi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sebagai bekal nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.

TAGS

CATEGORIES

Uncategorized

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *